Viral! Rekaman CCTV Diduga Pembunuhan Vina Beredar di Media Sosial

Mendiang Vina, korban pembunuhan 8 tahun lalu di Cirebon.

Advertisements

Kasus pembunuhan yang menewaskan Vina dan pacarnya, Eky, delapan tahun lalu di Cirebon kembali menjadi perhatian publik.

Hal ini dipicu oleh beredarnya foto tangkapan layar dari rekaman CCTV yang diduga terkait dengan kejadian tersebut.

Foto tersebut diunggah oleh akun TikTok ANONYMOUS dan menunjukkan sekelompok pria mengendarai sepeda motor di sekitar jalan layang yang diyakini sebagai lokasi pengeroyokan. Foto tangkapan layar itu menampilkan watermark bertuliskan SEPT-JAN 2016.

Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan tanggapan resmi terkait keaslian dan relevansi foto tersebut dengan kasus pembunuhan Vina.

Pratama Persada, seorang ahli keamanan siber, menyatakan bahwa perangkat penyimpanan rekaman CCTV umumnya tidak bertahan lama.

“Ketika kejadian 8 tahun lalu, saya pikir tidak ada DVR atau alat perekam CCTV yang bisa bertahan sampai 8 tahun. Maksimal 30 sampai 60 hari kalau kapasitas memorinya besar, setelah itu akan otomatis terhapus,” ujar Pratama kala dihubungi, Senin (3/6/2024).

Menurut Pratama, apabila aparat penegak hukum berhasil mengamankan rekaman CCTV pada saat kejadian, maka rekaman tersebut bisa dianalisis menggunakan teknologi saat ini.

“Jika file asli CCTV berhasil diamankan dan disimpan, kita bisa menganalisisnya, memperjelas gambar yang gelap, dan meningkatkan suara. Banyak teknologi yang bisa digunakan untuk mengolah data tersebut,” tambahnya.

Pratama juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial.

“Kita harus memiliki data fisik untuk memeriksa metadata dan memastikan keasliannya, termasuk informasi tanggal pembuatan, perangkat yang digunakan, dan lokasi pengambilan video,” jelasnya.

Kuasa hukum dari lima terpidana dalam kasus ini, Jogi Nainggolan mengungkapkan, mereka sempat mempertanyakan rekaman CCTV yang tidak dihadirkan dalam persidangan.

“Saat itu, pihak kepolisian menjelaskan bahwa rekaman CCTV tidak bisa ditampilkan karena kondisinya gelap dan mereka tidak memiliki saksi ahli untuk membuka file tersebut,” kata Jogi.

Kasus ini terus memicu perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi, terutama dengan munculnya foto tangkapan layar yang diduga dari rekaman CCTV tersebut.

Hingga kini, masyarakat menunggu tanggapan resmi dari pihak berwenang mengenai perkembangan terbaru dalam kasus ini.


Boy Aditya

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights