Sedang Sakit, Pengadilan Tipikor Tunda Sidang Putusan Lukas Enembe

Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi Lukas Enembe (kanan) mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (4/9/2023). Gubernur Papua nonaktif tersebut menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Advertisements

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menunda sidang kasus suap dan gratifikasi dengan terdakwa mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe karena sedang sakit.

“Jadi untuk seharusnya persidangan hari ini pembacaan putusan Lukas Enembe, namun demikian putusan sedianya dijadwalkan hari ini belum bisa dibacakan karena terdakwa dalam keadaan sakit dan dirawat inap,” ujar Hakim ketua, Rianto Adam Pontoh, Senin (9/10/2023).

Sebagai informasi, Lukas Enembe tengah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto sejak Jumat (7/10/2023). Permohonan pembantaran diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan alasan kesehatan Lukas.

Atas nama kemanusiaan, majelis hakim Pengadilan Tipikor memutuskan, sidang putusan terhadap Lukas Enembe harus ditunda.

Lebih lanjut, hakim mengabulkan pembantaran terhadap Lukas Enembe, dan menyatakan Lukas dibantarkan di RSPAD terhitung sejak 6 Oktober sampai 19 Oktober 2023.

“Mengabulkan permohonannya penuntut umum dari KPK. Memerintahkan penuntut umum untuk melakukan pembantaran terhadap Lukas sejak tanggal 6 Oktober sampai 19 Oktober di RSPAD,” kata Rianto.

Diketahui, Lukas Enembe dijerat dengan pasal gratifikasi, suap, hingga TPPU. Kasus suap dan gratifikasi telah masuk tahap persidangan.

KPK telah menetapkan dua tersangka dalam rangkaian kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur yang bersumber dari APBD Papua, yakni Lukas Enembe selaku penerima suap dan Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP) Rijatono Lakka selaku pemberi suap.

Dalam kasus tersebut, Lukas Enembe didakwa menerima suap dan gratifikasi senilai Rp46,8 miliar.

Boy Aditya

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights