Polri Tambah Masa Tahanan Panji Gumilang 40 Hari

Pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang.

Advertisements

Bareskrim Polri menambah masa penahanan pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang selama 40 hari atas kasus dugaan penistaan agama.

Hal ini disampaikan oleh Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (24/8/2023).

“Telah dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan,” ujarnya, Kamis (24/8/2023).

Penambahan masa penahanan ini sesuai surat dari pihak Kejaksaan. Ramadhan menuturkan, perpanjangan masa tahanan tersangka kasus penistaan agama ini dimulai per 21 Agustus 2023.

“(Perpanjangan) Sejak tanggal 21 Agustus sampai dengan 30 September,” ucapnya.

Sementara itu, Hendra Effendy membenarkan kliennya mendapat penambahan masa penahanan. Hal itu disampaikannya saat tim kuasa hukum menjenguk Panji Gumilang di Rutan Bareskrim siang ini.

“Iya (penahanan diperpanjang). Nanti setelah kami koordinasi dulu mau masuk habis ini kita update (kondisi Panji) ya,” kata Hendra kepada wartawan.

Bareskrim Polri Tahan Panji Gumilang

Bareskrim Polri resmi menahan Panji Gumilang selaku pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun. Dia ditahan di Rumah Tahan (Rutan) Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik melakukan upaya hukum berupa penahanan sejak jam 02.00 WIB tanggal 2 Agustus 2023 dan dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim selama 20 hari sampai tanggal 21 Agustus 2023,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (2/8/2023) siang.

Ramadhan menuturkan, Panji Gumilang ditahan setelah penyidik menetapkan tersangka dan memeriksa lebih lanjut dalam kasus penistaan agama.

“Bahwa setelah ditetapkannya saudara PG sebagai tersangka pada 1 Agustus 2023, penyidik telah melakukan pemeriksaan PG sebagai tersangka,” tutur Ramadhan.

Sebelumnya diberitakan, pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan agama oleh Bareskrim Polri. Panji Gumilang dijerat dengan pasal berlapis.

“Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 45a ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan/atau Pasal 156a KUHP,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (1/8/2023) malam.

Penetapan tersangka diputuskan setelah pemeriksaan terhadap Panji dilakukan. Panji terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun penjara.

Boy Aditya

Verified by MonsterInsights