Polisi Ungkap Kasus Ibu di Bekasi yang Cabuli Anaknya

Ilustrasi.

Advertisements

Kasus pelecehan seksual terhadap anak kandung yang dilakukan oleh seorang ibu di Bekasi, AK (26), ternyata dipicu oleh permintaan dari pemilik akun Facebook Icha Shakila.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan bahwa Icha juga terlibat dalam kasus serupa di Tangerang Selatan, di mana R (22) diminta mencabuli anak kandungnya sendiri.

“Jadi yang bersangkutan (AK) melakukan aksinya karena disuruh oleh pemilik akun Facebook IC (Icha),” kata Kombes Ade Ary kepada wartawan, Jumat (7/6/2024).

Ade Ary menjelaskan bahwa Icha menawarkan sejumlah uang kepada AK dengan imbalan membuat video tak senonoh dengan anaknya. Motif ekonomi diduga kuat menjadi latar belakang aksi bejat ini.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan melakukan itu karena ekonomi,” tutur Ade Ary.

Aksi pencabulan yang dilakukan AK terhadap anak kandungnya terjadi pada Desember 2023 di kediamannya di Jalan Kampung Pakuning, RT 01/RW 01, Sukarapih, Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

AK mendokumentasikan aksinya dan video tersebut kemudian viral di media sosial, yang menjadi dasar polisi untuk menangkap AK.

Polisi telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menurunkan video tak senonoh yang viral di media sosial. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan melindungi korban.

AK ditangkap oleh penyidik dari Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya di sebuah rumah di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (6/6/2024) sekitar pukul 05.00 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, AK mengakui perbuatannya. Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan kesehatan mental terhadap AK telah rampung, namun hasilnya belum disimpulkan. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi psikologis pelaku dan faktor-faktor yang mendorong tindakannya.

Kasus ini menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan orang tua dalam menghadapi ancaman di era digital.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan segera melaporkan hal-hal mencurigakan terkait perilaku online yang tidak pantas atau berpotensi membahayakan anak-anak.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights