Polisi Bongkar Kasus TPPO di Apartemen Kalibata City

Apartemen Kalibata City.

Advertisements

Seorang wanita berusia 36 tahun dengan inisial DA ditangkap polisi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi menyebut, DA diduga melakukan TPPO dengan janji akan menjadikan korban sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Timur Tengah.

“Dari total delapan calon PMI yang menjadi korban, semuanya berasal dari wilayah Jawa Barat,” ujar Yossi dalam jumpa pers di kantornya pada Senin (18/3/2024).

Yossi menjelaskan bahwa kasus ini dimulai ketika seorang pria dengan inisial AS merasa ada yang mencurigakan ketika istrinya, IF, hendak dipekerjakan sebagai PMI.

IF yang seharusnya akan menjadi asisten rumah tangga di Dubai ternyata direncanakan untuk diberangkatkan ke Arab Saudi.

“Setelah berangkat dari Kabupaten Garut, AS mendapat informasi bahwa sang istri tidak akan pergi ke Dubai, melainkan ke Arab Saudi. AS yang merasa curiga kemudian melaporkan hal ini ke Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat,” ujar Yossi.

BP3MI Jawa Barat kemudian berusaha menyelidiki kasus ini dengan meminta AS untuk berkoordinasi dengan sang istri terkait keberadaannya setelah meninggalkan kampung halaman.

IF kemudian ditemukan berada di salah satu kamar di Apartemen Kalibata City. BP3MI Jawa Barat bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan untuk mengungkap kasus ini.

“Pada tanggal 4 Februari 2024, BP3MI membuat laporan. Kami kemudian menyelidiki kasus ini dan menemukan bahwa tidak hanya IF yang menjadi korban, tetapi ada tujuh perempuan lain yang juga diiming-imingi menjadi PMI,” kata Yossi.

Setelah mengetahui fakta tersebut, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan bersama BP3MI Jawa Barat langsung melakukan penggerebekan di salah satu gedung di Apartemen Kalibata City. Saat penggerebekan dilakukan, ditemukan delapan calon PMI dan pelaku berinisial DA.

DA kemudian dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Selatan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, diketahui bahwa DA hendak memberangkatkan calon PMI secara ilegal.

“DA ini tugasnya hanya menampung calon PMI sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Dia melakukan hal ini atas perintah Mr. M yang diketahui berdomisili di Kota Riyadh,” kata Yossi.

Saat ini, DA telah ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatannya yang hendak memberangkatkan calon PMI secara ilegal. Ia dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran, dengan ancaman pidana 10 tahun.

Selain itu, ia juga dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Pemberantasan Perdagangan Orang, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights