Pimpinan DPRD Bekasi Diperiksa Kejaksaan soal Dugaan Gratifikasi

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Soleman diperiksa Kejaksaan.

Advertisements

Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Soleman.

Soleman diperiksa atas dugaan penerimaan gratifikasi dua unit mobil mewah Mitsubishi Pajero dan BMW dari pihak swasta.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi itu dicecar puluhan pertanyaan selama tujuh jam lebih oleh penyidik berkaitan dengan keterlibatan dalam dugaan tindak pidana korupsi dimaksud.

“Hari ini kami dari tim penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi telah melakukan pemeriksaan terhadap SL sebagai saksi atas laporan dugaan tipikor berupa penerimaan gratifikasi dua unit mobil dari seorang kontraktor berinisial RS,” kata Kasi Tipidsus Kejari Kabupaten Bekasi, Ronald Thomas Mendrofa, Selasa (5/9/2023) petang.

Ia mengatakan sebanyak 36 pertanyaan diajukan pada pemeriksaan kali ini, berkaitan dengan tempat, lokasi, hingga dugaan lain yang berkaitan dengan kasus gratifikasi dua mobil mewah yang diduga diterima Soleman.

“Pertanyaan yang kami ajukan kurang lebih 36 pertanyaan terkait penerimaan pemberian tempat, locus-nya, tempus-nya kapan dan dugaan-dugaan yang selama ini kami kumpulkan,” ucap dia.

Ronald memastikan, pemeriksaan terhadap Soleman belum selesai. Penyidik masih akan memanggil kembali yang bersangkutan untuk pemeriksaan lanjutan, sekaligus melakukan pencocokan dengan keterangan RS selaku pihak yang diduga melakukan gratifikasi.

“SL akan kami panggil lagi karena ini belum selesai, tadi kami periksa selama tujuh jam dan masih akan kami panggil kembali dan kami pelajari keterangan dia terutama setelah kami memeriksa saudari RS,” katanya.

Sebelumnya, penyidik juga telah memeriksa 15 orang saksi terkait kasus gratifikasi ini. Selain itu, RS pun telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

“RS belum hadir karena yang bersangkutan melaksanakan ibadah umroh sehingga kami akan melakukan pemanggilan kembali sepulangnya dari sana,” katanya.

Pihaknya juga menyatakan dua unit mobil mewah yang menjadi alat gratifikasi masih dalam proses. Meski demikian penyidik telah menyita surat-surat kedua unit mobil tersebut.

“Untuk barang bukti mobil masih proses berjalan tapi beberapa hal-hal yang menyangkut surat-suratnya sudah kami amankan, kendaraan itu saat ini masih dipergunakan yang bersangkutan. Tinggal nanti pengambilan kendaraan akan kita sesuaikan saat memeriksa saudari RS,” tandasnya.

Verified by MonsterInsights