Museum Gajah Kebakaran, Polisi Periksa 21 Saksi

Museum Nasional alias Museum Gajah.

Advertisements

Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa 21 saksi yang berada di lokasi guna mengetahui penyebab kebakaran Museum Nasional alias Museum Gajah.

“Sampai dengan semalam 21 saksi,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (19/9/2023).

Komarudin menjelaskan, saksi yang diperiksa seperti petugas keamanan hingga pegawai renovasi museum.

“Dalam setiap penanganan kasus kebakaran, kita harus betul-betul mengetahui titik apinya dulu. Berbeda dengan kasus di tempat lain.

Menurut Komarudin, pihaknya ingin mencari tahu penyebab pasti kebakaran, termasuk mencari tahu sumber api yang merambat membakar 6 ruangan.

“Perbedaannya kan ini benda bersejarah yang tentunya ada faktor lain yang harus kita ketahui kita dalami ada atau tidaknya barang yang hilang di sana. Kalau di titik kebakaran yang lain ini kita akan mengecek titik api penyebabnya,” ujarnya.

Komarudin mengatakan, penyidik sangat berhati-hati dalam penyelidikan mengingat banyak barang berharga di Museum Gajah tersebut. Saat ini, polisi bersama pihak museum masih melakukan pendataan.

“Karena labfor masih melakukan pendalaman, jadi masih sebagian ruangan yang dibersihkan. Itu pun butuh waktu, kita harus ekstra hati-hati. Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan selain penyelidikan terhadap penyebab kebakaran, kami juga melakukan pendalaman untuk mencari tahu ada atau nggak nya barang yang hilang dari museum,” tuturnya.

Selain itu, kata Komarudin, proses penyelidikan banyak dilibatkan mulai dari kurator, ahli sejarah dan lain sebagainya.

“Makannya banyak pihak yang dilibatkan mulai dari kurator yang menilai benda-benda sejarah itu kemudian juga tim ahli sejarah termasuk juga dari museum itu sendiri,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam kebakaran hang melanda gedung A Museum Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebut setidaknya barang terbakar berupa replika dari bagian prasejarah.

“Sebagian koleksi yang terdampak adalah replika, seperti di bagian prasejarah. Sisanya dipastikan dalam keadaan aman. Kami secara intensif terus melakukan pengukuran dampak dan rencana tindak lanjut,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) Ahmad Mahendra dalam keterangannya, Minggu (17/9).

Mahendra memastikan repatriasi atau barang bersejarah yang dikembalikan dari Belanda aman dan tidak terbakar. Hingga kini pihaknya masih mendata dampak kebakaran yang ada.

“Koleksi hasil repatriasi dari Belanda dipastikan tidak terdampak karena disimpan di lokasi yang jauh dari pusat kebakaran,” ujarnya.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights