MA Anulir Hukuman Dua Polisi dalam Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan menewaskan 135 orang.

Advertisements

Mahkamah Agung (MA) menganulir putusan vonis bebas terhadap dua polisi yang menjadi terdakwa atas kasus Tragedi Kanjuruhan dan menjatuhkan hukuman pidana.

MA menjatuhkan vonis 2,5 tahun penjara kepada eks Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto.

Sementara itu, mantan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi divonis lebih ringan, yakni dua tahun penjara.

Kedua terdakwa tersebut awalnya divonis bebas dalam tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan lebih dari 100 orang tewas.

“Menyatakan Terdakwa Wahyu Setyo Pranoto SH SIK MIK telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘Karena kealpaannya menyebabkan orang lain mati dan karena kealpaannya menyebabkan orang lain luka berat dan karena kealpaannya menyebabkan orang lain luka sedemikian rupa sehingga berhalangan melakukan pekerjaan untuk sementar’,” demikian amar singkat kasasi yang dilansir website MA, Kamis (24/8/2023).

Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Prof Surya Jaya dengan anggota hakim agung Brigjen TNI (Purn) Hidayat Manao dan hakim agung Jupriyadi. Putusan tersebut diketok majelis Rabu (23/8/2023) malam.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan,” ujarnya.

Sementara itu, terdakwa Bambang Sidik Achmadi dihukum lebih ringan, yakni dua tahun pidana penjara.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Bambang Sidik Achmadi oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun,” ujar majelis dengan bulat.

Seperti diketahui, Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022. Tepatnya usai laga Liga 1 2022/2023 pekan ke-11 antara Arema FC vs Persebaya.

Laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang itu berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu.

Sesaat setelah laga usai, banyak suporter yang turun ke lapangan dan menimbulkan kericuhan. Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter. Namun, tembakan gas air mata tersebut justru memperburuk kondisi dan berujung tragedi.

Para Aremania di tribun terpapar gas air mata dan berusaha menyelamatkan diri dengan berupaya keluar dari tribun. Suporter berdesakan menuju pintu keluar, dan korban pun berjatuhan.

Tragedi Kanjuruhan menelan 135 korban jiwa. Ada 6 orang yang awalnya ditetapkan sebagai tersangka

Mereka yakni Kepala Satuan Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, Komandan Kompi (Danki) Brimob Polda Jawa Timur AKB Hasdarman dan Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto.

Sedangkan dari sipil adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Abdul Haris, dan Security Officer Suko Sutrisno.

Abdul Haris dan Hasdarmawan dinyatakan bersalah oleh hakim dan divonis 1 tahun 6 bulan penjara. Sedangkan Suko Sutrisno divonis 1 tahun penjara.

Sedangkan AKP Bambang Sidik Achmadi dan Kompol Wahyu Setyo Pranoto diputus bebas di Pengadilan Negeri Surabaya.

Boy Aditya

Verified by MonsterInsights