Lima Pelajar SMK Cimahi Diamankan Polisi Akibat Aksi Pengeroyokan

Ilustrasi penganiayaan.

Advertisements

Lima pelajar SMK terduga pelaku pengeroyokan di Kota Cimahi, Jawa Barat berhasil ditangkap pihak kepolisian, Sabtu (19/08/23) malam.

Kelima pelaku yang diketahui masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar SMK itu dimediasi oleh pihak kepolisian dengan keluarga korban.

Dalam mediasi tersebut, terjadi kesepakatan jika kasus bullying tersebut tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

Sebelumnya, dalam video yang viral di media sosial, tampak sekelompok anak sekolah berpakaian putih abu-abu dan jaket hitam dengan atribut salah satu geng motor, berupaya mengintrograsi dan memukul seorang anak sekolah secara bergantian.

Baca Juga: Viral! Video Remaja Dicekik dan Dibanting, Polisi Turun Tangan

Tanpa sebab yang jelas, pria berjaket hitam bersama dua rekan lainnya langsung turut memukul korbannya yang terduduk lesu dengan batang kayu.

Kendati ditahan oleh rekannya sewaktu dipisahkan, bukannya mendapat perlakukan baik malah sebaliknya rekan lainnya turut memukul dengan helm oleh pria berjaket hitam tersebut.

Kejadian penyerangan yang berlangsung cepat dan berlangsung 1 menit 26 detik ini, sontak menjadi ramai hingga kini menjadi viral di sejumlah akun media sosial.

Tim dari Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi telah bergerak dan berhasil mengamankan kelima pelaku yang berstatus pelajar di salah satu SMK di Cimahi.

Baca Juga: Pelaku Penyiram Air Keras di Jaktim Ditangkap

“Berkaitan dengan video viral di medsos, kita dari Satreskrim Polres Cimahi telah berhasil mengamankan lima terduga pelaku ang ada di video,” ujar Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Luthfi Olot Gigantara, Sabtu (19/08/23) malam.

Menurutnya, kelima pelaku ini melakukan aksi pengeroyokan terhadap seorang pelajar lainnya akibat tersinggung oleh perkataan korban saat para pelaku memasang sebuah bendera geng sekolahnya.

“Untuk motif, pelaku merasa tersinggung oleh korban karena ketika diupload video di medsos, ada ucapan tidak mengenakan ‘ada serigala sedang memasang bendera’, sehingga para pelaku tersinggung dengan perkataan korban dan berlanjut pada penganiyaan,” ucapnya.

Mengingat para pelaku masih di bawah umur serta ada mediasi antara orang tua korban maupun keluarga pelaku, maka terjadilah kesepakatan jika kasus tersebut tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

Verified by MonsterInsights