KPK Sita Sejumlah Aset Abdul Ghani Kasuba di Maluku Utara

Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba jadi tersangka KPK.

Advertisements

KPK telah mengambil tindakan menyita aset yang dimiliki oleh Gubernur Maluku Utara nonaktif, Abdul Gani Kasuba (AGK).

Aset milik AGK ini tersebar di beberapa wilayah, termasuk Kota Ternate, Kabupaten Tidore Kepulauan, dan Bacan Halmahera Selatan.

Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri menjelaskan, berdasarkan informasi dari saksi-saksi yang diperiksa oleh Tim Penyidik, terdapat dugaan kepemilikan beberapa aset ekonomis oleh Tersangka AGK di berbagai lokasi tersebut yang terkait dengan perkara yang sedang diselidiki.

Aset yang disita dari AGK ini meliputi 10 bidang tanah dan bangunan. Di salah satu lokasi tanah tersebut, terdapat bangunan hotel yang siap beroperasi. Proses penyitaan dilakukan oleh KPK pada Rabu (20/3/2024).

“Penyitaan aset-aset tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pemulihan aset dari hasil tindak pidana korupsi,” jelas Ali.

Dalam kasus ini, KPK menjerat AGK sebagai penerima suap bersama Ridwan Arsan, Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa, serta Ramadhan Ibrahim, orang kepercayaan AGK.

Para tersangka pemberi suap termasuk Stevi Thomas (swasta), Adnan Hasanudin (Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman), Daud Ismail (Kepala Dinas PUPR), dan Kristian Wuisan (swasta).

Gani Kasuba dan rekan-rekannya diduga menerima suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemprov Malut.

Diduga ada pembayaran fee kepada Gani Kasuba dan lainnya sebagai imbalan dari pemenang proyek yang sudah ditentukan sebelumnya.

Total uang suap yang diduga diterima oleh Gani Kasuba dan rekannya mencapai Rp2,2 miliar. Saat ini, AGK dan rekannya sudah ditahan oleh KPK.

Keempat tersangka penyuap dalam kasus ini telah selesai menjalani tahap penyidikan. Berkas keempatnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ternate untuk disidangkan.

Boy Aditya

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights