Korupsi Bodong PT Taspen Rugikan Negera Hingga Ratusan Miliar Rupiah

Jubir KPK, Ali Fikri.

Advertisements

Kasus dugaan korupsi investasi bodong yang melibatkan PT Taspen masih menjadi fokus penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri menyatakan, kerugian keuangan negara dari pengadaan tersebut diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

“Pengadaan ini menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai ratusan miliar rupiah,” ungkap Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (8/3/2024).

Ali menjelaskan, KPK masih dalam proses penghitungan untuk menentukan jumlah pasti kerugian negara. Informasi terkait jumlah kerugian akan dipublikasikan setelah proses penghitungan selesai.

“Kami masih melakukan proses penghitungan nilai kerugiannya,” tambahnya.

Kasus ini telah naik ke tingkat penyidikan dan KPK tengah melengkapi sejumlah alat bukti terkait kasus tersebut.

“Kami sedang mengumpulkan alat bukti terkait penyidikan dugaan korupsi dalam investasi fiktif yang dilakukan di PT Taspen (Persero) tahun 2019, dengan melibatkan perusahaan lain,” jelas Ali.

Ali menolak untuk memberikan informasi terkait tersangka dalam kasus ini, alasannya KPK akan mengumumkannya melalui konferensi pers.

“Tidak dapat kami umumkan siapa tersangkanya hingga tahapan pengumpulan alat bukti selesai,” ujar Ali.

Selain itu, KPK juga telah melakukan penggeledahan di tujuh lokasi di Jakarta terkait kasus tersebut, yang melibatkan rumah-rumah, apartemen, dan kantor-kantor swasta.

“Dari penggeledahan tersebut, KPK berhasil menyita beberapa barang bukti berupa dokumen investasi keuangan, alat elektronik, dan sejumlah uang dalam pecahan mata uang asing,” papar Ali.

Barang bukti yang disita akan segera dianalisis untuk memperkuat penyidikan, dan saksi-saksi akan segera dipanggil oleh tim penyidik untuk memberikan keterangan.

“Penggeledahan dilakukan untuk mengamankan barang bukti yang diduga dapat menerangkan dugaan perbuatan dari para tersangka,” tutupnya.

Boy Aditya

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights