Kejam! TKW Babak Belur Dihajar Majikan

Ilustrasi kekerasan

Advertisements

Tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Bekasi, Aas binti Sajam mengalami kekerasan di Arab Saudi. Hal ini membuatnya segera dipulangkan ke Tanah Air via Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pemkabupaten Bekasi menjelaskan, TKW asal kecamatan Cabangbungin itu mengalami kekerasan baik fisik maupun non fisik oleh majikannya.

Aas sebelumnya viral di media sosial usai membuat video yang meminta Presiden Jokowi untuk memulangkannya.

“Saya bekerja di rumah majikan. Majikan saya kurang baik. Majikan saya kasar dengan saya, saya mnnta tolong kepada bapak Jokowi pulangin saya ke Indo saya mohon bantuannya kepada pak Jokowi,” ujar Aas sambil menangis dalam video yang viral.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan dan jajaran Pemkab Bekasi yang mengetahui hal tersebut langsung bertindak cepat.

“Atas dasar itu, kami melalui Disnaker Kabupaten Bekasi, menelusuri awal keberangkatannya, ternyata tidak melalui jalur yang sesuai prosedur resmi,” kata Dani.

Aas berangkat menuju Saudi untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga pada Maret 2023. Ia telah bekerja selama empat bulan di sana.

Usai mengetahui kondisi Aas, Pemkab Bekasi berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Kementerian Luar Negeri, untuk melakukan memulangkan Aas ke Tanah Air.

“Kami bergerak cepat melalui perwakilan di Arab Saudi dan berkomunikasi secara intens akhirnya bisa dipulangkan,” kata Dani.

Dani meminta BP3MI Jawa Barat melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman dan informasi terkait pekerjaan di luar negeri.

Hal ini demi menghindari agen penyalur kerja yang tidak resmi atau ilegal sehingga kejadian serupa tidak terulang.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan BP3MI Jawa Barat untuk melakukan sosialisasi untuk menjelaskan prosedur apabila ingin bekerja dan berangkat ke luar negeri seperti apa. Karena banyak agen-agen yang tidak resmi yang mencari dan merekrut tenaga kerja di desa-desa,” jelasnya.

Calon pekerja migran, kata Dani, harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum bekerja di luar negeri. Seperti pembuatan paspor, mengikuti seleksi kompentensi, dan penguasaan bahasa agar sesuai prosedur keimigrasian.

“Masyarakat harus mengetahui penyalur tenaga kerja, jangan dengan iming-iming gaji besar dan cara yang lebih mudah, itu sangat berbahaya,” tandasnya.

Verified by MonsterInsights