Kasus Asusila Terhadap Balita di Tangsel Diambil Alih

ilustrasi

Advertisements

Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mengambil alih penanganan kasus asusila yang menimpa seorang balita berinisial RA (4). Korban diduga menjadi korban pencabulan oleh ibu kandungnya sendiri, R (22).

Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memindahkan RA ke rumah aman yang dikelola oleh UPTD PPA Tangsel pada Selasa (4/6/2024).

Langkah ini diambil untuk melindungi korban dari situasi rumah yang saat ini masih ramai akibat kasus tersebut.

“Situasi di rumah korban masih ramai dan khawatirnya itu akan memengaruhi kondisinya. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membawa RA ke rumah aman,” ujar Tri Purwanto Senin (3/6/2024).

Meskipun hasil pemeriksaan awal menunjukkan RA masih ceria dan aktif, Tri Purwanto menegaskan bahwa pemeriksaan psikologis lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan kondisi mental korban.

“Penglihatan sementara anaknya ini ceria, tapi kami belum bisa menjamin lebih lanjut karena kami belum lakukan pemeriksaan mendalam,” tambahnya.

Pemeriksaan psikis akan dilakukan oleh psikolog dari UPTD PPA Tangsel dengan fokus utama menelusuri trauma yang mungkin dialami korban.

“Pemeriksaan ini untuk mencari tahu trauma apa yang harus segera diperbaiki dari korban,” kata Tri.

Sementara itu, Psikolog Biddokkes Polda Metro Jaya, Vitriyanti, yang juga turut memeriksa RA, menyatakan bahwa sejauh ini korban masih menunjukkan perilaku normal dan mampu berkomunikasi dengan baik, bahkan dengan orang baru.

“Nampaknya normal. Dalam artian, dia mampu berkomunikasi secara terbuka dan nyaman dengan orang baru,” ujar Vitriyanti.

Kasus ini telah menarik perhatian luas, dan pihak UPTD PPA Tangsel terus berupaya memastikan pemulihan serta perlindungan terbaik bagi RA.

Pemeriksaan lanjutan akan tetap dilakukan guna memastikan kondisi psikologis korban tidak terdampak jangka panjang akibat kejadian keji yang dialaminya.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights