Jual Obat Keras, Toko Kelontong di Tangsel Digerebek

Ilustrasi Narkotika.

Advertisements

Polisi berhasil menggerebek sebuah toko kelontong di Tangerang Selatan yang diketahui menjual obat-obatan golongan G atau obat keras tanpa izin edar.

Penggerebekan ini mengungkap jaringan pengedar obat keras ilegal dengan modus operandi berpura-pura menjalankan toko kelontong.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ibnu Bagus Santoso, dalam konferensi pers pada Selasa (4/6/2024), mengungkapkan bahwa operasi pengamanan ini berhasil menjaring 18 pelaku dari berbagai lokasi di wilayah Tangerang Selatan dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2024.

“Belasan pengedar obat keras ilegal ini diamankan dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2024. Mereka diciduk di berbagai tempat di wilayah Tangsel,” ujar AKBP Ibnu Bagus Santoso.

Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas ilegal tersebut.

Polisi berhasil mengungkap 16 kasus dan menangkap 18 tersangka di beberapa kecamatan seperti Serpong, Ciputat, Cisauk, dan Pondok Aren. Para tersangka diketahui menjual obat terlarang kepada remaja dan pelajar.

Para pelaku yang ditangkap di antaranya berinisial N alias Black, N alias Digul, FS alias Jack, ZA alias Azmi, MAM, MR, MZ, MK, Y alias Alex, AM alias Udin, DJS, J, W, HYS, SB, RR, A, dan RS.

Mereka terdiri dari pemilik toko dan karyawan yang terlibat dalam peredaran obat keras tersebut.

Kasat Narkoba Polres Tangsel, AKP Bachtiar Noprianto, merinci barang bukti yang disita, termasuk hexymer sebanyak 4.289 butir, tramadol 2.140 butir, trihexyphenidyl 292 butir, pil scanidin 158 butir, alprazolam 104 butir, serta berbagai jenis obat terlarang lainnya.

“Hampir semua tersangka yang kita amankan ini adalah pemilik atau karyawan toko,” jelas AKP Bachtiar Noprianto.

Kini, para pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Kasus mereka akan segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukuman penjara 5 hingga 12 tahun sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan Pasal 435 dan 436 Nomor 17 Tahun 2023 serta Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

“Pelaku terancam Undang-Undang Kesehatan Pasal 435 dan 436 Nomor 17 Tahun 2023 serta Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Ancaman hukumannya mulai dari 5 sampai 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights