Jaksa Agung: Koruptor Perlu Dimiskinkan!

Jaksa Agung, ST Burhanuddin.

Advertisements

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, sanksi untuk koruptor tidak cukup hanya dengan hukuman penjara. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri seluruh aset untuk memiskinkan pelaku.

“Penegakan hukum pemberantasan korupsi selama ini masih terjebak dengan bagaimana memasukan pelaku ke penjara, padahal dengan memasukan pelaku ke penjara saja belum cukup mengubah kondisi Indonesia agar bebas dari korupsi,” tutur Burhanuddin dalam siaran persnya, Senin (28/8/2023).

Burhanuddin mengulas, tingkat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Kejaksaan pada 2019 sebesar 50,6 persen, dan meningkat pesat pada Juni 2023 yakni mencapai 81,2 persen.

Salah satu faktor yang mendongkrak angka kepercayaan publik adalah dari penanganan kasus besar tindak pidana korupsi.

Ia menyampaikan, penanganan kasus korupsi tidak cukup hanya dengan memasukkan pelaku ke penjara. Menurutnya, perlu upaya lain yakni mampu mengembalikan kerugian negara yang ditimbulkan.

“Kejaksaan saat ini sudah fokus pada aspek munculnya kerugian perekonomian negara yang memiliki dampak masif terhadap kerugian negara itu sendiri,” jelas dia.

Sejauh ini, tercatat kinerja Kejaksaan terkait pemberantasan korupsi hingga periode 2023 yaitu telah melakukan penyidikan sebanyak 2.117 perkara, penuntutan sebanyak 3.923 perkara, dan eksekusi sebanyak 3.397 perkara, dengan total kerugian negara senilai Rp152,2 triliun dan USD 61,9 juta.

Boy Aditya

Verified by MonsterInsights