Hakim Tolak Eksepsi, Kasus SYL Lanjut ke Tahap Pembuktian

Eks Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di Pengadilan Tipikor.

Advertisements

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan oleh mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan rekannya.

Dengan penolakan tersebut, sidang kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi akan dilanjutkan ke tahap pembuktian.

“Kami menyatakan bahwa nota keberatan dari para terdakwa/tim penasihat hukum, yaitu terdakwa Syahrul Yasin Limpo, terdakwa Muhammad Hatta, dan terdakwa Kasdi Subagyono tidak dapat diterima,'” demikian amar putusan sela yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Rianto Adam Pontoh, Rabu (27/3/2024).

Menurut hakim, keberatan yang diajukan oleh para terdakwa telah masuk dalam inti perkara. Selain itu, surat dakwaan yang disusun oleh jaksa KPK dinilai telah lengkap, jelas, dan hati-hati.

“Hakim juga memerintahkan agar pemeriksaan kasus dengan nomor 20, nomor 21, nomor 22/Pid.Sus-TPK/2024/PN Jkt.Pst, yang melibatkan terdakwa Syahrul Yasin Limpo, terdakwa Muhammad Hatta, dan terdakwa Kasdi Subagyono, dilanjutkan,” lanjut hakim.

SYL, yang juga merupakan politikus dari Partai NasDem, didakwa melakukan pemerasan dengan jumlah mencapai Rp44.546.079.044 dan menerima gratifikasi yang dianggap sebagai suap sebesar Rp40.647.444.494 selama periode 2020-2023.

Tindak pidana ini dituduh dilakukan oleh SYL bersama-sama dengan dua rekannya lainnya, yaitu Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono, dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan, Muhammad Hatta.

Boy Aditya

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights