Eks Kabareskrim Polri Soroti Lambannya Penyelesaian Kasus Pembunuhan Vina

Eks Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji turut komentari kasus pembunuhan Vina.

Advertisements

Eks Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji, mengkritik lambannya penyelesaian kasus pembunuhan Vina yang terjadi delapan tahun lalu.

Ia juga menilai, banyaknya kejanggalan dalam proses penyidikannya sehingga kasusnya terkesan berlarut-larut.

“Kasus ini adalah pelajaran penting, tidak hanya bagi Polri, tetapi juga bagi jaksa dan hakim yang terlibat,” ujar Susno.

Susno menyoroti sejumlah pertanyaan kunci yang masih belum terjawab, seperti apakah kasus ini adalah pembunuhan atau kecelakaan, dan apakah korban mengalami pemerkosaan atau hanya persetubuhan biasa.

“Jika memang terjadi pembunuhan, siapa pelakunya? Apakah pelaku yang telah dipidana dan masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) adalah pelaku sebenarnya atau hanya rekayasa?” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya penggunaan metode investigasi ilmiah dalam mengungkap kebenaran dalam kasus tersebut.

“Mengapa tidak dilakukan scientific crime investigation, seperti pemeriksaan DNA dari sperma yang ditemukan di tubuh korban? Mengapa hal ini diabaikan?” tanyanya.

Kasus ini, menurut Susno, juga mengangkat isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam proses penyidikan.

Ia mempertanyakan apakah ada penganiayaan atau tekanan yang menyebabkan terdakwa mengaku bersalah.

“Pengakuan terdakwa bukanlah alat bukti utama dalam hukum modern,” tegasnya.

Selain itu, Susno juga mengkritik kinerja institusi penegak hukum lainnya, seperti kejaksaan dan pengadilan.

“Mengapa kasus ini bisa lolos dalam penuntutan jika ternyata terdakwanya bukan pelaku sebenarnya? Komisi Yudisial juga harus bekerja keras untuk mengkaji kasus ini,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah Polri untuk mengadakan eksaminasi dan memanggil terpidana untuk diperiksa ulang sebagai langkah maju.

Namun, ia menekankan bahwa upaya ini harus diikuti oleh tindakan serupa dari kejaksaan dan pengadilan untuk memastikan kebenaran dan keadilan ditegakkan.

“Jika memang ternyata yang dipidana bukan pelaku sebenarnya, maka jalan keluar harus ditempuh meskipun kasus ini sudah inkracht,” tegasnya.

Boy Aditya

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights