Besok, Polda Metro Jaya Panggil Ortu Korban Malapraktik di Bekasi

Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak.

Advertisements

Polda Metro Jaya berencana memanggil orang tua korban untuk diperiksa terkait laporan dugaan malapraktik pada Kamis (5/10/2023).

“Kamis besok sudah kita agendakan pemeriksaan klarifikasi terhadap pelapor (kuasa hukum korban) dan tiga saksi lain (di antaranya orang tua korban),” ujar Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, Rabu (4/10/2923).

Awal mula kejadian tersebut terjadi pada saat operasi amandel dilakukan pada Selasa (19/9/2023). Saat itu, korban dan kakaknya berinisial J (10) secara bersama-sama menjalani operasi amandel di RS Kartika Husada.

Korban A menjalani operasi terlebih dahulu. Akan tetapi, korban tak kunjung sadar setelah operasi tersebut.

Orang tua korban terus menunggu anaknya pulih, namun berjalan 13 hari lamanya sejak operasi dilakukan korban masih terkulai lemas. Pihak dokter mendiagnosis korban A telah mengalami kondisi mati batang otak.

“Dokter RS mengatakan bahwa anak ini sudah mengalami mati batang otak. Situasi anak pun enggak bisa ditinggal karena semakin hari kondisinya semakin kritis,” kata pengacara keluarga, Cahaya Christmanto di Polda Metro Jaya,Senin (2/10/2023).

Atas kejadian ini, keluarga korban melapor ke Polda Metro Jaya terkait dugaan malapraktik di RS Kartika Husada, Jatiasih, Kota Bekasi.

Keluarga korban melaporkan terkait Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“Anak ini ada yang mengalami yang kami duga gagal penindakan yang bisa kita anggap itu malapraktik ataupun kelalaian ataupun kealpaan,” jelasnya.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights