Begini Cara Napi Kendalikan Peredaran Narkoba dari Lapas

Ilustrasi.

Advertisements

Polisi mengungkap peredaran narkoba di wilayah Jakarta Utara melibatkan narapidana yang mengendalikannya dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Kanit Reskrim Polsek Pademangan AKP I Gede Gustiyana mengatakan, narapidana tersebut membawa ponsel ke lapas untuk mengendalikan peredaran narkoba.

“Bisa dikatakan demikian (membawa ponsel) karena dia (cara berkomunikasi) adalah salah satu program komunikasi by social media, yaitu Twinme,” kata Gusti kepada wartawan, Minggu (15/10/2023).

Gusti mengatakan sang kurir dan ‘Abang’, sebutan untuk napi pengendali narkoba tersebut, berkomunikasi melalui aplikasi utusan pribadi bernama Twinme.

‘Abang’ napi tersebut, lanjutnya, memerintahkan para kurir untuk mengambil barang haram pesanan para pembeli.

“Twinme ini sejenis seperti WhatsApp atau Telegram. Tapi, dia khusus untuk bagian kelompok mereka. Dan di dalam Twinme tersebut tidak ada dicantumkan nomor. Hanya dicantumkan nama-nama saja,” bebernya.

“Abang akan menginformasikan kepada LN di tempat tertentu yang sudah disepakati, dia akan mendapatkan barang, yang totalnya sekitar 500 gram. Jadi, pembagian LN ini adalah 500 gram,” imbuhnya.

Dari paket 500 gram tersebut, Abang napi memerintahkan kurir untuk membagi menjadi beberapa bagian sesuai pesanan.

Paket tersebut kemudian akan dikirimkan ke pembeli dengan menggunakan jasa antar ojek online. Mereka juga kerap membungkus narkoba tersebut layaknya paket dari e-commerce untuk mengelabui petugas.

“Nah, setelah ditentukan targetnya, LN akan menghubungi Idung untuk mengantarkan barang tersebut. Untuk mengelabui petugas, dan kadang-kadang mereka menggunakan jasa antar berupa Go-Send dan lain-lain,” tutupnya.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights