Awas! Promosikan Judi Online Bisa Berurusan dengan Hukum

Ilustrasi Judi Online.

Advertisements

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie memperingatkan kepada seluruh pihak untuk tidak mempromosikan situs judi online.

Ia bahkan mengancam, apabila melakukan promosi judi online maka akan berurusan dengan aparat penegak hukum.

“Ini juga sekalian mengimbau semua influencer, tokoh-tokoh publik, jangan mempromosikan judi slot ya, karena pasti akan berhadapan dengan aparat penegak hukum,” kata Budi, Selasa (8/8/2023).

Kemenkominfo juga melakukan pencegahan dan pemberantasan judi online dengan menutup aksesnya. Dalam lima tahun terakhir mulai dari 2018 hingga 7 Agustus 2023, tercatat Kemenkominfo telah memutus akses ke 886.719 konten perjudian online yang ada di situs web maupun lewat aplikasi di perangkat pintar.

Di samping itu, koordinasi antar lembaga seperti dengan Polri akan ditingkatkan sehingga akar masalah dari judi online harapannya bisa diatasi.

Budi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan literasi digital agar terus digiatkan kepada masyarakat umum untuk mencegah korban judi online bertambah.

“Jadi ini kan bagian dari kemajuan teknologi digital, judinya juga jadi digital. Kami akan terus melakukan literasi digital agar kemajuan digital ini dengan hal-hal yang lebih positif,” lanjutnya.

Hal ini berkaca pada beberapa tahun terakhir terkait kasus penetapan tersangka oleh Polri karena mempromosikan muatan judi online atau awam dikenal dengan istilah judi slot.

Salah satunya, seperti kasus yang diungkap Polda Bali dengan menetapkan tiga pemengaruh berinisial FL (30), JIS (22), dan GPL (29) sebagai tersangka karena mempromosikan judi daring.

Ketiganya bermodalkan pengikut yang banyak di media sosial Facebook dan menggaet korban untuk ikut bermain judi daring.

Boy Aditya

Verified by MonsterInsights