154 Orang Jadi Korban Penipuan Rekrutmen Kerja di Bekasi

Ilustrasi Loker Fiktif

Advertisements

Polres Metro Bekasi mengungkap kasus dugaan penipuan dengan modus rekrutmen kerja. Terkait kasus itu, polisi menangkap seorang pria berinisial FS.

“Modus operandi pelaku menyamar dan mengaku menjadi manajer salah satu perusahaan rekrutmen pekerja di Kabupaten Bekasi,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Twedi Aditya Bennyahdi, Selasa (3/10/2023).

Ia menjelaskan, awalnya tersangka merekrut dua orang untuk dijadikan sebagai sekretaris. Mereka diberi tugas mencari dan merekrut para calon tenaga kerja untuk disalurkan ke sejumlah perusahaan ternama.

“Setelah didapatkan calon tenaga kerja, kemudian diminta uang sebesar Rp500 ribu dengan berbagai alasan, mulai dari membuka rekening, cek kesehatan, dan alasan lain,” kata Twedi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Twedi mengatakan, uang yang diterima dari korban itu digunakan untuk keperluan pribadi. Sementara, janji kepada korban untuk ditempatkan bekerja di perusahaan tak kunjung terealisasi.

Twedi mengatakan, jumlah korban penipuan rekrutmen kerja fiktif ini mencapai 154 orang. Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 378 KUHP.

“Dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun,” kata dia.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mencari pekerjaan dan waspada akan modus penipuan rekrutmen kerja.

“Bila perlu, datang ke perusahaan langsung untuk mengetahui apakah benar sedang membuka lowongan pekerjaan atau tidak,” tegasnya.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Verified by MonsterInsights